My Story Chapter 1 "Terulang Kembali"
Title : My Story
Main Cast
: Aila Shevera
Mino Lefaza
Alfa Arselno
Genre
: Hurt,Sad,Little Comedy, Happy , Absurd(?), School Life.
Rating
: General
CHAPTER 1 : Terulang Kembali
Seorang Gadis berseragam sekolah sudah siap duduk dibangku
kelas nya untuk mengikuti pelajaran pertama yang akan dimulai. Sebagian murid sangat
antusias menunggu kedatangan guru untuk mengajar dikelas mereka. Hingga suara
ketukan di pintu kelas membuat mereka semua terutama murid perempuan memasang
senyum cerah diwajah nya. Berbeda dengan para murid laki-laki, mereka sudah
sangat bosan melihat senyum para gadis-gadis itu. Mereka merasa tersaingi
dengan guru yang satu ini.
CKLEK
Pintu kelas terbuka, semua mata tertuju kepada satu titik.
Guru tersebut.
“Selamat Pagi” Sapa guru muda tersebut ramah kepada seluruh
murid nya dikelas.
“Pagi Pak” Seruan perempuan untuk membalas sapaan tersebut
lebih dominan.
“Keluarkan buku pelajaran kalian” Ucap guru tersebut.
“iiih, si bapak mah. Masih pagi nih pak, biasanya gak
langsung nyuruh ngeluarin buku”
“Tau nih bapak”
“blablabla....”
Tak tahan dengan dengan ocehan murid-murid nya itu, akhirnya
guru tersebut angkat bicara.
“Oke, kalau begitu bagaimana kalau kita memulainya dengan
bernyanyi saja?” tawar nya.
“Yes! Itu baru Pak Mino ku” cetus seorang gadis berambut
panjang yang dikuncir kuda dengan senyuman manis nya.
Ucapan gadis tersebut mendapat sebuah gelengan dari Guru
yang bernama Mino Lefaza. Pak Mino mengajar pelajaran Seni Musik.
“Masih mending lah nyanyi, daripada di suruh bikin not balok
balokan gitu bikin kepala gue pengen pecah” celetuk gadis yang sama, gadis
berkuncir kuda.
“Nah kamu!” Seru Pak Mino seraya menunjuk gadis tersebut.
“Siapa pak?Saya?” tanya gadis tersebut.
“Iya kamu, maju kedepan” tegas pak mino.
“Anjir!-__- untung itu guru Ganteng maksimal jadi gue masih
maklumin deh” gerutu gadis tersebut dengan pelan.
“Heh! Kamu ya, saya suruh maju jalannya lama banget udah
kayak saya suruh ngapain aja”
“Udeh ganteng bawel lagi, astaga-_-“
“Kamu masih sempet-sempetnya nge gerutu, kedengeran lagi
dikuping saya”
“lagian punya kuping super gitu,bisa denger gerutuan gue
padahalkan pelan banget”
“Saya denger Aila”
“Mampus! Dah gue”
Gadis itu, Aila Shevera. Melangkah kan kaki nya lebar-lebar
kedepan kelas dengan muka membrengutnya yang membuat seorang Pak Mino tertawa
dalam hatinya. Pak Mino bukanlah guru yang sudah berumur tua melainkan Pak Mino
guru termuda disekolah tersebut. Mino memang sengaja menyuruh murid-murid nya
dengan sebutin ‘Pak Mino’ memang terkesan seperti panggilan orang yang sudah
tua, tapi ini demi keprofesinalan nya sebagai guru. Wajah tampan namun babyface
nya lah yang membuat murid-murid nya sangat menyukai Mino.
“Siapa yang setuju jika Aila akan bernyanyi di depan kelas?”
Ucap Pak Mino dengan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan untuk melihat
reaksi murid-murid nya.
“SETUJUUU!!”
Sontak raut wajah Aila berubah dengan cepat.
“Guru sialan” desis Aila.
“Baiklah, Aila kau dengarkan apa kata teman-teman mu.
Silahkan sekarang menyanyi lah”
Keringat dingin bercucuran dari dahi Aila, bahkan telapak
tangannya pun terasa dingin. Aila memang mempunyai suara yang indah, namun ia
sangat malu untuk mengeluarkannya. Malu jika kejadian 2tahun silam terjadi
kembali, dan Aila tidak mau itu terjadi.
“Ayo Aila, menyanyilah” pinta Pak Mino tak sabar. Pak Mino
memang sengaja menyuruh Aila untuk bernyanyi, karena tak sengaja Pak Mino
mendengar bahwa Aila trauma menyanyi di depan kelas.
어릴 적 보던 예쁜 동화 속 얘기
eoril jeok bodeon yeppeun donghwa sok yaegi
eoril jeok bodeon yeppeun donghwa sok yaegi
(Dari cerita dalam dongeng indah
yang pernah kubaca saat aku kecil)
(Tak lama kemudian kelas menjadi hening)
처음으로 배운 사랑이라는 건 마냥 설레었죠
cheoeumeuro baeun sarangiraneun geon manyang seolleeojyo
cheoeumeuro baeun sarangiraneun geon manyang seolleeojyo
(Cinta yang ku pelajari pertama
kalinya terasa sangat menggembirakan)
내게도 그런 사랑이 찾아와 줄 것만 같았죠
naegedo geureon sarangi chajawa jul geosman gatajyo
naegedo geureon sarangi chajawa jul geosman gatajyo
(Kurasa cinta yang seperti itu
juga akan mencariku)
1 kata. Terpana . Mereka
semua terpana dengan Aila, biasanya Aila akan bernyanyi jika hanya bersama-sama
saja. Suaranya pun patut diacungi jempol, walaupun teman-temannya tidak
mengetahui lagu apa yang dinyanyikan oleh Aila. Mereka sangat menghayati lagu
tersebut, hingga seorang gadis dengan mata berair berkata “Lagu itu berjudul
Fairytale Love” semua murid memandang temannya tersebut dengan kening berkerut.
“Itu adalah lagu asal korea, aku pernah mendengarkannya saat tidak sengaja
mencari lagu di radio mobil ku” ucap gadis tersebut.
Need you 정말 그때는 몰랐죠 Need you 영원할 줄만 알았죠
Need you jeongmal geuttaeneun mollajyo Need you yeongwonhal julman arajyo
Need you jeongmal geuttaeneun mollajyo Need you yeongwonhal julman arajyo
(Aku membutuhkanmu, aku
betul-betul tak tahu jika nantinya, aku membutuhkanmu, aku tahu ini akan
selamanya)
Aila merasakan tubuhnya
bergetar, tak lama kemudian kegelapan menyergapnya.
*****
Aila yang terbaring
lemah mengerjap kan kedua matanya,cahaya lampu berwarna putih mendominasi.
Suasana terasa sangat hening, hingga terdengar derap langkah kaki menuju tempat
nya saat ini. Uhm, seingat Aila ini adalah unit kesehatan sekolah.
CKLEK (Pintu terbuka dan tertutup kembali)
“Syukurlah kamu sudah
sadar” Pak Mino mendekati ranjang uks tempat Aila berbaring.
“ya” hanya jawaban lemah yang bisa Aila sampaikan.
“Maafkan Saya, Saya benar-benar tidak tahu kalau kamu
trauma. Saya kira itu hanya trauma biasa” Ucap Pak Mino lirih.
”Tidak apa-apa Pak, saya mengerti” Aila tersenyum lemah.
“Terimakasih” terlihat raut kelegaan dari wajah Pak Mino.
“Kau tau? Aku ah maksudnya Saya benar-benar menyesal”
“Ya, saya mengerti”
“Apa kamu lapar? Biar saya belikan makanan. Kamu pingsan
seperti mayat hidup” ucap Pak Mino.
“sialan ngeselin banget ini guru, udah buat gue pingsan eh
ngatain gue lagi” desis Aila dalam hati.
“Boleh pak, saya pengen Mie Ayam” ucap Aila sambil
menerawang, membayangkan lezatnya makanan itu dimulutnya.
“eh?” Pak Mino kebingungan.
“kenapa pak? Gapunya duit ya pak? Tenang Pak nanti saya
bayar” Ucap Aila dengan yakin.
“e..eeh bukan begitu, biasanya orang sakit minta dibeliin
bubur. Lah kamu minta dibeliin Mie Ayam, kan aneh banget” ucap Pak Mino.
“Saya kan punya gigi Pak, masa saya makan bubur. Udah kayak
anak bayi” Ucap Aila yang membuat Pak Mino tersenyum geli.
“Baiklah tunggu lima menit, saya belikan dulu. Tenang saya
yang bayar, kamu kira Saya gapunya uang cuman buat beliin kamu Mie Ayam doang”
“Bagusdeh Pak, uang jajan saya aman sejahtera deh” ceplos
Aila.
“Hah, yasudah saya pergi dulu”
“Hati-hati Pak” seru Aila.
*****
CKLEK
BRAKK!!
“Astaga!!” Aila reflek menjerit karena suara pintu terbuka
dan tertutup dengan tidak elit.
“Ilaaaaa” seru gadis berambut hitam agak keriting sebahu,
lalu menghampiri Aila dan menguncang-guncangkan tubuhnya.
“Heh, lo kenapadeh Tas?” tanya Aila heran.
“Lo gak kenapa-napa kan? Astagaaa, gue kaget lo tiba-tiba
pingsan” tanya Tasya dengan khawatir.
“Im fine Tas” Jawab Aila dengan tersenyum.
Tasya Gefeta adalah Sahabat Aila saat duduk dibangku
sekolah menegah pertama, dan saat SMA
pun Tasya dan Aila satu sekolah lagi. Sebuah keberuntungan.
“Syukurdeh, haduhh gue laper banget nih La” ucap Tasya
seraya memegangi perut nya.
“Loh? Emang lo gak istirahat?” tanya Aila.
“Tadi gue nemenin si Hesa main futsal di lapangan, ya ampun
La! Masa Hesa ganteng banget! Aaaaa gantenggg” seru Tasya dengan wajah
berseri-seri.
Hesa Mahendra adalah Kekasih Tasya, entah kenapa Tasya suka
sama Hesa. Tapi itulah cinta, gak mandang dari apapun.
“Terus karna keasikan gue lupa makan lupa minum”
“termasuk lupa sama gue” celetuk Aila yang membuat Tasya
tersenyum meminta maaf.
“Hehe, sorry deh La. Kan yang penting gue sekarang nengokin
elo” Ucap tasya dengan puppy eyes nya.
“Heh, iya iya. Eh, emang sekarang jam berapa? Kok elo
keluar-luar sih?”
“sekarang jam 1 siang La, karna 30menit lagi bel istirahat
gue keluar kelas aja. Pura-pura ketoilet” Tasya memasang wajah bahagia nya.
“Bukannya sekarang pelajarannya Bu Tuti ya?”
“Iya emang, lagian itu guru prakarya ga nyariin juga kok”
“Haha dasar lu tas, di Militerin sama Bu Tuti baru tau rasa
lo”
“kan tinggal gue bilang aja, gue kaburnya ketempat elo.
Beres deh”
“Sialan lo, ntar yang ada gue ikut kena omelan”
“Haha gapapalah sekali-kali gitu”
“Hahaiya juga sih”
EKHEM
Suara dehaman membuat aktifitas kedua gadis tersebut
terhenti dan mencari ke asal suara itu.
“Loh, Pak Mino” Ucap Tasya heran.
“Loh, Tasya” Ucap Pak Mino heran. Heran, karena ini masih
jam pelajaran dan ada murid yang keluyuran.
“Bapak ngapain kesini?” tanya tasya.
“duh, tasya o’on” desis Aila pada Tasya.
“Kenapa La?” tanya Tasya polos.
“Kamu ngapain kesini?” tanya Pak Mino balik.
“saya? Saya mah pengen ketemu Aila” jawab Tasya seraya
meilirk Aila, sedangkan yang dilirik membuang muka.
“iish, Tasya o’on bentar lagi si Mino marah” batin Aila
menjerit.
“Kamu masuk ke kelas sekarang!” tegas Pak Mino membuat Tasya
mengerti mengapa Aila membuang muka.
“o..okaiii. dadaah Aila “ Tasya berlari menuju pintu dan
kembali ke kelas nya, sebelum Pak Mino mengadukannya pada wali kelasnya yang
sadis.
“Idih si bapak mah jahat banget,sahabat saya tuh pak. Pengen
jengukin doang, sekalian nemenin lagian beli mie ayam lama banget sih belinya
di bekasi emang-_- ” sungut Aila.
“Heh, saya beliin kamu mie ayam yang paling enak jadi lama
balik nya. lagian tukang mie ayam yang biasa dikantin ngga jualan, mending kamu
sekarang makan saya pengen balik lagi keruang guru” balas Pak Mino seraya
memberi tempat makan yang bergambar minion kepada Aila.
“Dih pak, saya kan minta nya mie ayam bukan tempat makan
ginian” protes Aila.
“kamu kebanyakan protes, liat dulu isinya apa baru protes”
Aila membuka kotak makan bergambar minion tersebut dan
isinya adalah Mie ayam dengan harum yang semerbak.
“Huehehe repot-repot amat si bapak pake tempat makan segala
udah gitu minion lagi gambarnya,haha ketauan deh ya”
“tempat makan yang terbuat dari plastik itu gabagus buat
makanan La, bahaya bisa menyebabkan kanker” jelas Pak Mino.
“Makasih ya pak” Aila tersenyum ceria saat menuangkan kuah
dan bumbu untuk mie ayam tersebut.
“seneng banget kamu La, udah gak makan berapa hari?”
“dari lahir”
“pantesan begitu liat itu makanan mata kamu berbinar-binar,
emang waktu kecil ampe sekarang dikasih makan apa?” tanya Pak Mino.
“Dikasih HARAPAN PALSU pak sampe kenyang mau puasa aja,
Huahahaha!!”
“Dasar setres” tandas Pak Mino berlalu dari hadapan Aila
untuk kembali ke ruang guru.
*****
Bel pulang sekolah berbunyi,Aila yang masih bergelung di
selimut UKS pun enggan beranjak dari tempatnya. Hingga suara bariton
mengangetkan nya...
“EKHEM”
Dehaman seorang Pria terdengar di telinga Aila.
“Siapa?” tanya Aila tanpa melihat Pria tersebut dan masih
bergelung di selimut seperti kepompong.
“Aku” jawab Pria itu dengan datar.
“Aku siapa?” tanya Aila masih dengan posisi yang sama.
“ck! Gadis menyusahkan”
BRAK!!
BUM!!
Setelah Pria itu berucap untuk terakhir kali ia melempar tas
sekolah Aila dan keluar dengan menutup pintu secara kasar.
“apa?siapa?aku?gadis menyusahkan?sialan sekali! Siapa orang
itu? Aaaaaa bodoh bodoh bodoh!!! Kenapa tadi gak gue liat aja mukanya, kali aja
gantengggg. Eh tapi kalo jelek kan gue ilfeel juga yah. Haha bodo deh” Aila
beranjak dari kasur dan memungut tas sekolahnya yang tergeltak tak berdaya di
lantai UKS.
“dasar murid setres, ngomong sendiri nanya sendiri jawab
sendiri. Dasar Jomblo!!” Ucap sebuah suara yang Aila kenal, dia adalah... Pak
Mino.
Pak Mino berniat untuk melihat kondisi Aila, apakah ia sudah
sembuh atau belum jika belum ia akan mengantarkannya pulang. Namun apa yangia
lihat? Aila seperti itu dan membuatnya yakin bahwa Aila mempunyai kelainan.
Begitulah pendapat Pak Mino.
“Untung lu guru, coba kalo bukan udah gue bikin perkedel”
sungut Aila.
“Heh! Saya bisa mendengar gerutuan mu Aila” tegur Pak Mino.
“Baguslah daripada saya omongin dibelakang sakitan mana
hayoo?” tanya Aila.
“dasar murid setres,karna kamu sudah sembuh silahkan pulang.
Saya juga mau pulang dan tidak ingin berlama-lama disini, kamu tau? Disini ada
penjaga nya” ucap Pak Mino seraya berlalu meninggalkan Aila yang masih mencerna
ucapan Pak Mino.
“APA?PENJAGA? MAKSUD BAPAK??” Seru Aila penasaran dengan
berlari tergopoh-gopoh mengejar Pak Mino yang kian menjauh.
“kamu pikir aja sendiri” jawab Pak Mino datar.
“ih ih ih takut!!! Jangan-jangan yang tadi ituuu....” Aila
berhenti sejenak memikirkan Pria yang melemparkan tas nya itu lalu....
“Hueeeeeeeeee Setaaaaaaaaaaaaaaaan!!!!!” Aila berlari dengan
terbirit-birit menuju gerbang sekolah untuk menghampiri mobil jemputannya.
“Dasar murid setres” lagi-lagi Pak Mino menyebut gadis itu ‘setres’.
*****
TO BE CONTINUE....
#Curhatan Author J
Haiii !! Author Ansrmnica
disini J
entah kenapa gue suka bikin cerita fiksi yang tertema kan school life, mungkin
karna gue masih sekolah kali ya.hehehe J
Kunjungi blog gue dongsss J
di blog gue disitu gue ngeshare fanfiction tentang exo sih,hehe. Yang suka
korea pasti tau siapa itu exo J
kebetulan author ngepensss banget sama mereka. Hehe, okedeh jangan lupa
tinggalkan jejak butuh saran dan kritik dari kalian. Tanpa kalian gue gabisa bikin cerita kek
gini J



Komentar
Posting Komentar