[ PART I ]Hi to my future self ! Today there is corona pandemic

15 Agustus 2020 jam 14:31 WIB.

Kalimat apa yang cocok untuk hari ini?hmm ku rasa kita harus memulainya dengan mengucap syukur.

Alhamdulillah aku, keluarga dan teman-teman ku dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga kami masih bisa melakukan aktivitas seperti biasanya walaupun tidak seperti biasa-biasanya sebelum adanya virus korona.

Sempat bingung harus memakai C atau K untung menulis Corona/Korona, setelah dicari tahu ternyata C itu untuk penulisan dalam bahasa inggris dan K sesuai dengan KBBI.

Oke lupakan, mari aku ceritakan apa yang telah terjadi akhir-akhir ini meskipun ada saja yang terlewat atau terlupakan.

Kalau aku tidak salah ingat saat itu bulan februari terdengarnya isu-isu virus korona yang sangat parah di negara china. Banyak sekali video-video kondisi dan situasi dinegara tersebut yang tersebar melalui media sosial, kalau aku liatnya di twitter. Tagar-tagar di twitter mulai bermunculan, seperti tagar wuhan,corona,china,dan lain-lain.

Lalu apa yang aku lakukan?

Aku memberi tahu keluarga ku tentang video-video yang tersebar tersebut dan kami mengikuti perkembangan beritanya melalui televisi.

Lalu pada bulan maret ditemukan orang indonesia yang terinfeksi virus korona yang disebabkan tertular oleh warga negara asing. Kalau tidak salah ada 3 orang, karena mereka mempunyai kesadaran diri akan gejala-gejala yang dialami lalu mereka pergi untuk test dan proses penyembuhan.

Singkat cerita kian hari jumlah korban di indonesia makin bertambah, pemerintah belum melakukan lockdown seperti negara-negara yang lain.

Lalu dibandara masih ada keluar-masuk nya perjalanan, walaupun kalau kata berita sih disediakan alat khusus gituu biar bisa mengukur suhu tubuh.

Kalau kata netizen langkah tersebut masih kurang, karena ditemukan penumpang yang tadi nya dia memiliki demam tinggi lalu meminum obat dan suhu tubuhnya menurun jadi pas di scan ya tak terdeteksi.

Ada lagi yang bikin geger sih, aku lupa dimana, tepatnya diluar pulau jawa deh. Pemerintah daerah ada yang memperbolehkan turis china untuk berlibur dan bahkan disambut :) yaa gimana yaa aku juga bingung sih kok bisa-bisa nya gituuu. Trus aku liat di twitter ada warga yang menolak tempat pariwisata nya didatangi dan menyuruh mereka ( turis ) untuk putar balik.

Lalu ada nya PANIC BUYING. Yap!! sebenernya aku juga merasa takut sih waktu itu, di twitter banyak banget orang belanja ke supermarket, sampe ada yang beli indomie berdus-dus adakali yang 10 dus :(( ya gimana ya emang boleh sih duit-duit mereka :(( pas aku baca-baca ternyata emang itu dorongan psikologis mereka. Jadi di diri manusia itu ada namanya pemenuhan kebutuhan, kayak apa yang mereka pikirin dan harus dilakuin karna kalo gak dilakuin itu menyebabkan kekhawatiran tetapi bisa juga di handle sepintar-pintarnya kita aja. Aku lupa waktu itu baca gituan dimana.

Pasti kalian tau dong kelangkaan itu apa dan menyebabkan apa ...

yah pokoknya itu deh yang aku pikirin waktu itu karna takut dan khawatir juga.

Kalo kata mama 'alhamdulillah kita tinggal dirumah yang deket sama warung sembako dan dilingkungan yang orang-orangnya sama (ga kemakan panic buying). Di tv beritain gula langka sedangkan disini gula stok nya banyak tuh diwarung'

Jujur aja dalam diri aku gak tenang hahahaha, mungkin saat itu energi ku terkuras oleh pikiran-pikiran takut akan kelaparan wkwkwk. Tapi mama bener kok, hingga saat ini ( bulan agustus ) kami masih bisa membeli dan memakai semua kebutuhan tanpa harus panic buying.

Oiya pemerintah gak selamanya punya image jelek kok, oleh karena itu mari kita mengucapkan terima kasih dan terima kasih banyakkk untuk garda terdepan covid-19 tanpa kalian kami bukanlah apa-apa.

Lanjut ...

Selain kesehatan yang terancam, efeknya juga pada kegiatan perekonomian.

kayaknya itu besok aja deh aku cerita, jadi sekian dulu ya. Untuk aku dimasa depan,ini cerita yang mungkin akan kamu ceritakan kepada anak cucu mu.


Semangat para pejuang garda terdepan, aku benar-benar berterima kasih.

Komentar

Postingan Populer