Married With You Chapter 2 : He was gone
Chapter 2 :
He Was Gone
Hari ini
adalah hari berbahagia untuk Siswa SMA yang telah menempuh Ujian Nasional dan
sekarang saat nya pengumuman kelulusan. Siswa-Siswi kelas 10 dan 11 pun
diliburkan,karena akan diadakannya perayaan kelulusan.
Perayaan
kelulusan tersebut diadakan di sekolah dikarnakan untuk mengenang sekolah yang
telah membuat mereka menjadi manusia yang lebih baik. Terlihat dilorong sekolah
begitu banyak orang-orang yang memakai Jas dan juga baju Kebaya bagi wanita.
Kepala sekolah lah yang mengatur itu semua, sedangkan semua siswa hanya menyetujuinya.
Terlihat
seorang gadis dengan tubuh tinggi semampai baju kebaya berwarna biru cerah
membalut tubuh indahnya, rambut panjang nya diurai dan dihiasi pernak-pernik
cantik yang menambah kesan glamour pada dirinya. Dia adalah Angeline .
Semua mata
terpesona dengan kecantikan Angeline, tetapi sayang sekali Angeline sudah
mempunyai kekasih yang bernama Rangga. Rangga yang sangat mencintai kekasih nya
itu.
“Sial,
Cantik banget si Angeline” Ucap sebuah suara.
“Heh ! Inget
Angeline pacar gue Broo” Tegas sebuah suara yang tak lain adalah Rangga.
“Hehe, Iya
tauu bro”
Gerry,
sahabat Rangga hanya bisa tersenyum kecut.
“Line..”
Seru Rangga di lorong sekolah.
Semua mata
tertuju pada Rangga yang sedang berjalan mendekati Angeline. Rangga dengan
balutan Jas berwarna silver nya mampu membuat semua mata memandangnya kagum.
Rangga sangat menjaga bentuk badannya bisa dibilang bentuk badannya seperti
iklan L-Men di tv.
“Hai beb”
Sapa Angeline dengan senyuman manis.
“You’re so
beatiful” bisik Rangga ditelinga Angeline.
Mendengar
itu Angeline merasakan pipi nya memanas.
“Blushing
huh?” ledek Rangga dengan senyuman nakal nya.
“Awas kamu
ya!” ucap Angeline memperingati Rangga.
“Ugh! Aku
mengalah padamu sayang. Bagaimana? Apakah kamu akan hadir di prom night nanti
malam?” tanya Rangga yang sekarang sedang duduk berdua dengan Angeline di taman
sekolah.
“Tentu saja,
bagaimana dengan mu?” tanya Angeline.
“Tentu saja,
aku tidak mau ada laki-laki lain yang menemani mu selain aku”
“Jam berapa
kita pergi?” tanya Angeline.
“Jam delapan
malam di gedung Rises Party bukan?”
“yap! Kalau
begitu aku pergi dulu ya. aku ingin berkumpul bersama teman-teman ku”
Angeline
berlari kecil menuju teman-temannya yang sedang bersenda gurau.
Rangga
berniat memasuki sekolah sebelum sebuah suara memanggil namanya.
“Pssst...
Kak Senior”
Rangga
mencari-cari asal sumber suara itu.
“Kak Senior
Aku disinii”
Di depan
gerbang sekolah lah suara itu berasal.
“Siapa?”
tanya Rangga seraya mendekati sumber suara.
“Aku Kinara”
Rangga
membuka gerbang sekolah dan menemukan Nara dengan Sweater Soft Pink membalut
tubuhnya, rambutnya yang dikuncir kuda membuatnya terlihat lucu. Sebuah
bingkisan bunga mawar dipegangnya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan ya
digunakan untuk menyapa Rangga.
“Hai Kak
Senior, Congratulations ya”
Nara
menjabat tangan Rangga tanpa permisi sedangkan Rangga menatap Nara dengan
bingung. Bagaimana bisa gadis kecil ini berani berbuat seperti itu.
“Ini untuk
kakak”
Nara
memberikan bingkisan bunga mawar tersebut kepada Rangga dan diterima dengan
senang hati.
“Ya,
terimakasih Nara” Ucap Rangga.
“Aku sudah
mendaftar disekolah ini loh, dan Aku diterima” Curhat Nara dengan senyum
mengembang.
“Benarkah?
Selamat ya” Ucap Rangga lalu Rangga teringat dengan Angeline, Rangga takut
Angeline melihat ini semua dan cemburu lagi.
“Ngg..ngggg
lalu apalagi yang akan kamu ceritakan?” tanya Rangga hati-hati.
“Tidak ada”
Jawab Nara.
Drrrt...Drrrt...Drrrt...
Getaran
ponsel dari saku jas Rangga membuat sang pemilik melihatnya.
1 message
from My Angel
‘Kamu
dimana? Aku laper nih, makan yuk. Aku tunggu di parkiran ya’
To : My
Angel
‘Tunggu Aku
tiga menit lagi Aku sampai, sabar ya sayang’
-send-
“Kak?”
panggil Nara yang merasa diabaikan.
“ee..eeh
iya, uhm maaf ya Nara. Aku harus pergi kapan-kapan kita ketemu lagi. Bye”
Setelah
mengucapkan itu Rangga berlari menuju parkiran untuk bertemu dengan kekasihnya.
*****
Nara sedang
beristirahat disebuah cafe yang suka ia kunjungi jika hari sekolah sedang
libur, mengingat kelakuannya tadi pada Senior nya yang sekarang sudah lulus
membuatnya sedih.
‘TRINGGG...TRINGGG’
Bel pintu
yang menandakan adanya tamu baru membuat perhatian Nara teralihkan. Disana,
Nara melihat Rangga bersama perempuan yang melarangnya untuk bertemu dengan
Rangga lagi. Mengapa mereka hanya berdua saja? Apakah mereka berdua pacaran?
Pacaran? Mengingat itu entah kenapa hati Nara menjadi sakit. Tunggu... apakah
Aku menyukai kakak senior? Tidak mungkin.
“Bunga
itukan....”
Nara melihat
Rangga yang dengan romantisnya memberikan Bunga kepada Angeline dan disambut
senyum bahagia oleh Angeline, rona merah terlihat jelas diwajah mulus Angeline
membuat mata Nara tanpa terasa berair.
“Bungaku
untukmu bukan untuk Dia kak” Ucap Nara sangat pelan.
Merasakan
ada tatapan mata yang menatapnya membuat Rangga mencari sumber tersebut dan
menemukan Nara dengan mata yang berair dan senyuman manis di wajahnya.
Nara
sesegera mungkin mengalihkan tatapan matanya dari Rangga, dengan langkah berat
Nara melangkahkan kaki nya menjauhi Cafe tersebut.
“Sia-sia uang
jajan yang ku kumpulkan habis tanpa hasil” Batin Nara menyesal.
*****
Kegiatan MOS
sudah selesai dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, ada rasa menyesal
saat Nara memasuki sekolah yang sekarang ia jadikan tempat menimba ilmu karena
ia akan selalu mengingat Rangga.
Saat ia
tumbuh menjadi gadis remaja ia kehilangan Rangga, harus Nara akui bahwa Nara
menyukai Rangga sejak awal ia bertemu. Namun apakah pantas jika Nara menyukai
seseorang yang jauh lebih tua dibanding dirinya?
“Aw...”
Nara
terjatuh didepan toilet perempuan karena menabrak sesuatu yang keras.
“Are you
ok?” tanya orang tersebut.
“I’m Fine”
Nara berusaha bangkit dari jatuh duduk yang tidak elite nya itu. Ugh! Sungguh
memalukan.
“Nara...”
sapa si penabrak dengan hati-hati.
Nara
mendongakkan kepalanya dan menatap wajah seseorang yang sangat ia rindukan. Dia
adalah Rangga. Kamu kembali?
“Kakak Senior?” tanya Nara hati-hati. Sungguh nara tidak percaya.
“Kakak Senior?” tanya Nara hati-hati. Sungguh nara tidak percaya.
“kamu ini,
aku sudah alumni bukan senior mu lagi” Rangga mengacak-acak rambut Nara dengan
gemas.
‘perlakuan
mu membuat ku gagal melupakan mu’ batin Nara menjerit.
“Oiyaya,hehe
lupa. Kakak sekarang lanjut kuliah dimana?” tanya Nara seraya berjalan menuju
tempat duduk di lorong sekolah.
“Aku
melanjutkan kuliah di Harvard University” Jawab Rangga dengan bahagia sedangkan
Nara menatap Rangga dengan sedih.
“wah, jauh
sekali ya kak” Nara tertunduk lesu.
“Universitas
impianku” Ucap Rangga bangga.
“kapan?”
tanya Nara.
“Apanya?”
tanya Rangga balik.
“Kakak
berangkatnya kapan?”
“Hari ini,
beberapa jam lagi” Jawab Rangga dengan tenang.
Nara yang
hampir saja meneteskan air matanya segera menahan sekuat tenaga.
“Nara...
kamu kenapa?kamu nangis?” tanya Rangga begitu menatap mata Nara yang sudah
menggenang.
“Aku sedih
ka” Nara mulai menangis terisak-isak.
“Hei, jangan
menangis. Aku kan hanya berbeda benua denganmu” Ucap Rangga menenangkan Nara.
Setelah
beberapa menit tangisan Nara pun mereda dan menyisakan matanya yang mulai
memerah.
“Ini
untukmu”
Rangga
memberikan sebuah gantungan berbentuk kunci kepada Nara sebagai hadiah
perpisahan.
“Aku pergi
dulu ya”
Rangga mulai
berdiri dan siap meninggalkan Nara yang masih mematung.
“Kakak...”
Panggil Nara seraya berlari kecil ke arah Rangga.
“Ya?” tanya
Rangga.
“A...Akk..Aku
mencintaimu” Tegas Nara dengan isakkan yang menyendat nya saat berbicara.
“Apa?” tanya
Rangga dengan tidak percaya, tak lama kemudian sebuah senyum terbit diwajah
Rangga.
“Aku sudah
mempunyai kekasih, kamu ingat? Wanita yang kamu lihat di cafe? Dia kekasih ku
dan hingga saat ini aku masih berpacaran dengannya” Rangga berjalan mendekati
Nara yang kini terduduk dilantai dengan lemas. Rangga membantu Nara untuk duduk
dibangku yang mereka duduki tadi.
“Perjalanan
cintamu masih panjang, carilah laki-laki lain yang mencintaimu dan kau pun juga
begitu. Simpan cintamu untukku dimasa depan”
Rangga
mencium kening Nara dan meninggalkan nya dengan sebuah kalimat yang sama sekali
tidak ingin Nara dengar.
“Aku pergi”
Salam Rangga seraya berjalan meninggalkan Nara dengan sejuta pertanyaan.
‘simpan
cintamu untukku dimasa depan? Kau egois kak’ batin Nara berteriak.
“Nara...”
Sapa seseorang dengan lembut.
“Kamu
menangis?” tanya orang tersebut.
Nara diam
membisu.
“Siapa yang
membuat mu menangis? Katakan padaku?” ucap orang tersebut dengan yakin.
“Kakak
senior” jawab Nara dengan mata memerah.
“He Was
Gone” lanjutnya dan tak lama kemudian dunia terasa buram.
*****
To Be
Continue ...
Jangan lupa
RCL nya ^^
#Ansmrnica
#Sabtu,
20-06-2015


Komentar
Posting Komentar